Surau TV

Banner

Irigasi Gurukinayan Tertutup Material Erupsi Sinabung

Image
Thursday, 02 March 2017 | 15:35:48 WIB


Karo-Debit air dari irigasi Gurukinayan yang se­lama ini mengairi persawa­han Desa Batukarang Keca­matan Payung, Kabupaten Karo berkurang dan memerlukan potensi iriga­si lain.

Irigasi Gurukinayan untuk me­ngairi areal persawahan berkisar 750 hek­tare dan akhir-akhir  ini debitnya tidak lagi mencukupi. Sehing­ga pola tanam padi Desa Ba­tukarang di­ber­lakukan sistem gantian tanam padi sa­wah dan lainnya menanam ta­na­man hortikultura.

Apalagi setelah terjadi  erupsi Sinabung dan disertai dengan banjir lahar dingin kalau musim hujan mem­buat areal hulu irigasi yang ber­sum­­ber dari Sungai Lau Borus di ba­wah kaki Gunung Sina­bung ter­tu­tup material erupsi dan banjir lahar dingin mem­buat saluran air irigasi ke­ring.

Hal itu dikatakan Kadis PUD Karo, Paten Purba me­lalui Kabid Sum­­ber Daya Air (SDA), Evariani Br Sembiring kepada Analisa, Selasa (28/2) di Kabanjahe.

Evariani mengatakan, iri­ga­si Gurukinayan terakhir ini sudah se­ring terganggu dan tidak berfungsi ka­rena tertim­bun pasir dan batu di pin­tu dam irigasi sampai beberapa ra­tus meter, akibat endapan banjir la­har dingin erupsi Sinabung.

Akibatnya, pengairan ke per­sawahan Batukarang putus dan ke­ring. Pola tanam padi sawah berkali-kali gagal ta­nam. Sehingga pena­na­man padi sawah dialihkan menjadi ta­naman hortikultura. Salah satu al­ternatif untuk mengan­tisipasi hal itu, memanfaatkan potensi irigasi lain yang se­lama ini belum maksimal di­berdayakan.

“Di antaranya, irigasi To­rong yang sumber airnya dari Sungai Lau Benuken sepan­jang 8 kilometer dari hulu irigasi sam­pai ke saluran irigasi Ba­tukarang,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, iri­ga­si Torong ini akan dinor­malisasi. “Tanah atau pun pasir yang me­nim­bun saluran iriga­si kita korek dan long­sor-long­sor dibenahi. Dengan de­mi­kian, tahun berikutnya irigasi da­pat kita permanenkan sesuai de­ngan anggaran yang ditam­pung da­lam APBD nanti,” ujarnya.

Irigasi ini diharapkan dapat men­jadi pendamping sumber air dari iri­gasi Gurukinayan untuk memenuhi de­bit air persawahan Desa Batu­ka­rang, yang konon disebut sebagai sa­lah satu lumbung padi di Karo. “Ka­lau  irigasi Guruki­nayan tidak ter­ganggu dengan erupsi Sinabung, ten­tu pola tanam padi nanti tidak lagi sistem gantian,” ujar Evariani.

Danramil Tiganderket, Kap­ten Arh Erlaba Perangin-angin yang se­la­ma ini terus bersama masyarakat pe­tani menanam padi sebagai upaya mem­bangun ketahanan pa­ngan di Ta­nah Karo merespon positif dalam upa­ya PUD Karo memperbaiki iri­gasi Torong.

“Kalau nanti irigasi Torong   ber­fungsi, penambahan areal penana­man padi dapat ditam­bah berkisar 100 hektare lagi. Sistem gantian me­na­nam padi sawah mungkin tidak lagi ter­jadi. Tapi menanam serentak akan bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Diharapkan perbaikan iri­gasi To­rong ini segera terwu­jud. Per­baikan iri­gasi Tan­jung­morawa Kecamatan Ti­­gan­derket, yang bersumber dari  Su­ngai Lau Borus di Titi Kambing juga perlu diperbai­ki mengingat po­tensi irigasi ini satu-satunya mengairi per­­sawahan 450 hektare di Keca­ma­tan Tiganderket.

“Sampai saat ini, irigasi itu rusak dan tidak berfungsi. TNI siap mem­bantu guna memba­ngun pertanian di Ta­nah Karo,” ujar Danramil. (***)

sumber:http://harian.analisa#daily.com/sumut/news/irigasi-gurukinayan-tertutup-material-erupsi-sinabung/329...

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...