Surau TV

Banner

Program "Kakak Asuh" Dinilai Jadi Program Andalan IKAPPAI Untuk Pesantren

Image
Thursday, 22 February 2018 | 09:25:26 WIB


Rantau Perapat- (nusapos.com) Perwakilan Ikatan Alumni dan Abituren PonPes At-Thoyyibah Indonesia (IKAPPAI) angkatan 2006  berkunjung dan bersilaturrahim  Ke Pondok Pesantren At Thoyyibah Indonesia . Silaturrahim kali ini bertepatan saat Acara istinbhat Hukum, sebagai kegiatan rutinitas para santri dalam mengasah dan membentuk santri yang berfikir kritis dan ilmiah, Membetuk kreatifitas santri dan kesemangatannya dalam belajar mengkaji kitab-kitab kuning, juga Memecahkan masalah dengan merujuk kepada syariat islam. (22/2/2018)

Pesantren At-Thoyyibah Indonesia (PAI) merupakan salah satu pesantren yang tertua di Sumatera Utara, terletak di desa Pinang Lombang Labuhan Batu Utara berdiri pada 05 Februari 1974 dan merupakan salah satu pesantren unggulan dimasanya.

Pada kesempatan kali ini perwakilan IKAPPAI angkatan 2006 yang dimotori oleh Kamarul Zaman selain bersilaturrahim, IKAPPAI angkatan 2006 ini juga Launching program “Kakak Asuh”. Program Kakak Asuh ini bermaksud memberikan Beasiswa kepada para santri yang berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak lagi terlambat membayar uang sekolah.

Ustazd Abdul Hadi ,Lc Selaku Kepala Madratsah Aliyah dalam sambutanya menyampaikan Apresiasinya kepada program yang diluncurkan oleh kamarul zaman dan kawan-kawan, “Ini Program yang sangat luar biasa, ini pertama kali ada dalam sejarah Pesantren At Thoyyibah, semoga Kamarul Zaman dan alumni seangkatanya dapat Istiqomah, dan harapan kita program “Kakak Asuh” ini bisa menjadi jalan bagi alumni yang berniat membantu pesantren” Ujar Ustaz tamatan mesir tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Kamarul Zaman sebagai Inisiator program ini mengungkapkan kepada wartawan asal muasal digulirkanya program ini,” Bahwa ini berawal ketika kami diskusi dengan para rekan-rekan seluruh daerah baik langsung, maupun dari media sosial, bahwa Alumni- Alumni muda khususnya Angkatan 2006 wajib memiliki kontribusi yang nyata bagi pondok pesantren tercinta, sehingga kami menyimpulkan bahwa kami harus bertindak walaupun tindakankecil namun harus berdampak besar,” ungkapnya
“Hal yang sangat krusial saat ini adalah disiplin kurang, dan itu diawali oleh guru-gurunya tidak optimal mengawasi mendidik, karena dipengaruhi oleh kesejahteraan, dan ternyata sering sekali gaji guru-guru 3 bulan kemudian baru dibayar, dan ini bukan hal yang baru, nah inikan menjadi permasalahan, karena kalau kita bicara korporasi, salarykan dihasilkan oleh income sementara income satu-satunya adalah SPP, Nah SPP inilah yang menjadi titik permasalahan, padahal SPP dipesantren At Thoyyibah adalah paling murah hanya Rp. 400.000,- namun banyak juga dari adik-adik para santri yang telat bayar uang SPP. Sehingga wajar kalau gaji guru kadang tersendat, Berangkat dari hal inilaha kita gagas program Beasiswa dengan istilah “Kakak Asuh”, Alumnilha yang membayarkan SPP santri yang berasal dari kalangan keluarga tidak mampu, dengan cara patungan dan sebagainya, kami berharap para senior Alumni diseluruh Daerah se-Indonesia dapat mendukung dan bergabung dengan program ini”. Imbuh kamarul yang juga keluarga besar PP Muhammadiyah ini.
Hadir juga dalam acara peluncurnya Program “Kakak Asuh” ini Susilo Raharjo, SH, Ismail Sholeh, SP, M. Thoyyibin S.Pd.I, Khairul Fikri dan Muttaqin Nasution, SH , mewakili seluruh Alumni Pesantren At Thoyyibah Angkatan 2006 yang sudah menjadi kakak asuh bagi santri-santri yang kurang mampu.

Sumber : Alumni IKAPPAI

Laporan : Kontributor Sumut

Editor : Red

loading...